Media Tanam Hidroponik Terbaik Yang Bisa Anda Coba

Konten [Tampil]

media tanam hidroponik terbaik

Setelah Sebelumnya kita pernah membahas Tanaman air dalam botol, maka kali ini kami akan paparkan bagaimana sih kumpulan media tanam hidroponik. Tananam hidroponik merupakan tanaman yang di kembangkan tanpa harus menggunakan media tanah.

Konsep Bercocok tanam menggunakan media tanam Hidroponik menggunakan larutan air yang bernutrisi tinggi agar pertumbuhan tanaman cepat berkembang dengan baik. Karena menggunakan cairan, maka media tanam Hidroponik ini tidak perlu menggunakan tanah sebagai media tanamnya.

Hidroponik bisa anda kembangkan di pekarangan rumah, di dinding rumah, di samping jendela. Biasanya pengembangan tanaman hidroponik ini menggunakan berbagai macam media tanam, bisa juga menggunakan paralon sebagai media utama penanaman tanaman Hidroponik di sekitar anda.

Bahkan anda bisa menanam seledri, Bayam, Kangkung, dan sayuran lain di media hidroponik, semua jenis tanaman yang memungkinkan untuk di kembangkan menggunakan media Hidroponik kebanyakaan sayuran yang sering kita makan sehari-hari.

Jadi Jika anda mengembangkan teknik ini dirumah,maka sama saja menghemat pengeluaran biaya membeli sayur. Dengan menggunakan teknik Hidroponik maka anda sudah bisa menanam berbagai macam sayuran di rumah.

Lantas Apa saja media tanam yang bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan tanaman Hidroponik, Berikut ini akan kami ulas beberapa media tanam yang cocok untuk di tiru pada saat anda ingin mengembangkan media tanam Hidroponik.

Kumpulan Media Tanam Hidroponik Terbaik

Media tanam Hidroponik ini dapat membantu tumbuhan hidroponik berkembang biak dan subur, media tanam nya pun beragam-ragam berikut simak beberapa media tanam yang sering digunakan oleh petani hidroponik.

Arang Sekam

arang sekam media tanam hidrponik

Arang sekam terbuat dari hasil padi ( sekam ) yang sudah tidak dimanfaatkan lagi. Sekam padi dibakar dan dijadikan arang. anda bisa menggunakan media tanam ini untuk mengembangakan tanaman hidroponik. Arang sekam menjadi media tanam yang paling Populer, selain harganya yang murah dan mudah ditemukan di mana-mana. Arang sekam pun telah memenuhi standar penanaman yang baik.

Arang sekam telah mengandung banyak sekali Komponen Kimiawi, bukan berupa Protein kasar, abu, lemak hingga kandungan Oksigen pun ada di arang sekam. Kandungan karbon dan karbohidrat pun juga masuk ke dalam arang sekam. ketika anda memakai arang sekam sebagai media tanam, maka tanaman akan mudah menyerap nutrisi dan vitamin di dalam arang sekam. sehingga ia akan tumbuh subur dan berkembanga biak dengan baik.

Disamping itu, arang sekam tidak mengandung bahan - bahan berbahaya, anda tak perlu khawatir tanaman hidroponik anda mati atau tidak tumbuh. paparan zat berbahaya yang terjadi ketika menggunakan arang sekam sangat minim sekali. Bahkan untuk pengaplikasiaanya arang sekam pun sangat mudah digunakan baik dalam jumlah kecil pun dalam jumlah besar.

Media Spon

media spoon sebgai media hidroponik

Media hidroponik lainnya adalah spon, media tanaman hias ini merupakan salah satu yang dimanfaatkan oleh para petani hidroponik spon terkenal dengan bobot yang ringan sehingga bisa digunakan untuk berbagai macam kebutuhan.

Spon juga memiliki kuntor yang sederhana dan padat sehingga mudah untuk dipindahkan kemana-mana. Penggunaan media spon sebagai salah satu tanaman hidroponik merupakan terobosan yang bisa dimanfaatkan pada lingkungan.

Anda bisa memperoleh hasil yang maksimal dengan memanfaatkan spon sebagai salah satu media tanam hidroponik. Sponge mampu bertahan terhadap serangan jamur,anda pun tidak perlu mengganti sponge karena sifatnya tidak mudah rusak sehingga media tanam ini bertahan sangat lama.

Bahkan dalam pemanfaatan sebuah spon sebagai media tanam hidroponik ia dapat menyimpan banyak air  dalam jangka waktu yang lama, sehingga media tanam ini mampu bertahan sampai 2 minggu lamanya.

Sabut Kelapa Sawit

Selain spon dan media tanah ada juga serbuk kelapa sawit yang bisa dimanfaatkan untuk media tanam tanaman hidroponik. Serbuk kelapa sawit ini termasuk pada golongan organik.

Pada umumnya serbuk kelapa sawit bisa anda temukan sebagai alat pencuci panci ataupun dijadikan sapu. Dengan seiring  perkembangannya zaman dan teknologi yang semakin maju sudah banyak yang meneliti dan membuktikan bahwa ternyata sifat organik dari sabut kelapa sawit mengandung nutrisi yang sangat tinggi. Sehingga sangat cocok untuk digunakan sebagai media tanam hidroponik.

Tanaman ini dapat menyuplai nutrisi dengan baik terhadap vitamin-vitamin yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Sifat organik kelapa sawit sangat cocok untuk tanaman apa saja dan dijadikan pupuk pun untuk tanaman lain sangat cocok, sehingga membuat tanaman tumbuh subur.

Penelitian ini  juga berdasarkan riset dari Dutch Plantin pada tahun 80-an, sebuah lembaga yang pertama kali melaporkan bahwa sabut kelapa cocok dijadikan media bercocok tanam hidroponik.

Serbuk kelapa sawit turun hingga terkenal sampai ke luar negeri, karena serbuk  ini mampu dianggap lebih efektif dalam penyimpanan air. dan bisa menyimpan air hingga 6 kali lipat  volumenya, sehingga anda tak perlu melakukan penyiraman terlalu sering lagi terhadap tanaman hidroponik yang menggunakan media tanam serbuk kelapa.

Perlit 

Jika anda masih pemula dan baru mulai terjun kedunia Hidroponik, maka anda bisa mencoba media tanam yang dinamakan dengan Perlit. Media tanam ini termasuk ke dalam zat anorganik yang berasal dari batu silika.

Proses pembuatannya pun dengan cara memanaskan batu silika dalam suhu yang relatif tinggi, sehingga bisa mencair dan dapat diubah menjadi ukuran yang sangat kecil-kecil. Kelebihan dari media tanam perlit adalah memiliki kemampuan dalam penyimpanan nutrisi dan unsur hara yang dibutuhkan dalam Jumlah banyak sekali.

Pada aplikasinya, sebaiknya anda menggunakan Kombinasi perlit dengan bahan tanam organik, agar proses penyerapan Unsur hara bisa lebih Optimal lagi. Ketika menggunakan media tanam ini simple dan tak banyak biaya.

Vermikulit

Merupakan salah satu media tanam yang bisa anda gunakan untuk membudidayakan Tanaman Hidroponik, masih sekawan dan sejenis perlit. Media tanam ini merupakan media anorganik yang diproses dengan cara memanaskan batu dan kemudian dicairkan, sedangkan perbedaan antara keduanya terletak pada daya serapnya.

Vermikulit Memiliki daya serap air yang lebih baik bila dibandingkan dengan media tanam perlit. Untuk Bobotnya Vermikulit lebih berat daripada perlit. akan tetapi pada setiap media tanam ini memiliki nilai plus karena bisa menopang akar dan batang tanaman sehingga proses Tumbuhnya bisa lebih Optimal.

Expanded Clay

Expanded Clay merupakan Hidroton yang bisa anda jadikan sebagai media tanam praktis yang berasal dari tanah liat. sehingga anda bisa mengaplikasikannya pada tanaman Hidroponik. Expanded Clay didapatkan melalui proses pemanasan suhu yang mencapai 1000 derajat Celcius. dengan kualitas tersebut media tanam Expanded Clay sangat dikenal di Jerman dan menjadi salah satu media tanam yang paling banyak diminati.

Expanded Clay dijadikan sebagai media yang mudah diaplikasikan pada berbagai cara dan pola tanaman. Hal ini dikarenakan bentuknya yang menyerupai bulatan kecil, sehingga mampu mengisi tiap ruang dengan baik. Terlebih lagi media tanam ini memiliki PH netral dan stabil, sehingga terbilang mempunyai nutrisi yang sempurna dan bisa membuat tanaman hidroponik tumbuh dengan baik.

Rockwool

Media Hidroponik yang satu ini sudah sangat akrab di kalangan para petani. Rockwool merupakan media tanam hidroponik yang biasa dipakai oleh para petani, jika anda baru pemula dan pertama kali membudidayakan tanaman hidroponik maka tidak ada salahnya untuk mencoba media tanam Rockwool.

Rockwool Memiliki segenap keunggulan yang tidak dimiliki oleh media tanam yang lain. Kemampuannya dalam urusan perbandingan Komposisi air dan udara membuat media tanam ini sangat diminati petani. Rockwool Sendiri sangat ramah lingkungan, karena terbuat dari kombinasi bebatuan, batu bara, batu kapur, batuan basalt yang kemudian dipanaskan dalam suatu suhu berkisar dari 1600 derajat celcius - 2000 derajat celcius.

Kerikil

Media tanam kerikil merupakan salah satu media tanam yang sering kita gunakan, baik menanam dalam pot maupun luar pot. Media tanam Kerikil mudah didapatkan di samping jalan dan halaman rumah anda.

Keunggulan media tanam kerikil sudah sangat jelas, anda tak perlu mengeluarkan kocek lebih dalam untuk membelinya. Kerikil banyak dipilih sebagai media penanaman karena mampu memberikan ruang untuk pertumbuhan akar.

Bahkan kerikil juga mampu mengedarkan unsur hara dan udara dengan baik. Namun kelemahan pada kerikil adalah ia tak bisa mengikat air, sehingga anda harus menjaga dengan baik tanaman atau tumbuhan yang menggunakan media bahan Kerikil, Perlu sekali untuk menambahkan air lebih sering.

Serbuk Kayu

Serbuk kayu bisa anda manfaatkan untuk menjadi media penanaman yang baik, serbuk kayu hampir mirip dengan sabut kelapa. Hanya saja cuma mirip bukan sejenis. Keduanya mampu menjadi media tanam yang baik.

Untuk mendapatkan serbuk kyu maka anda bisa dapat secara cuma-cuma lewat sisa potongan kayu, sifat serbuk kayu yang cepat menyerap air bisa anda manfaatkan untuk menjaga kelembaban tanah dengan baik.

Batang Pakis

Untuk media tanam selanjutnya adalah bayang Pakis. batang pakis ini dibedakan menjadi 2 macam, ada yang bisa dilihat dari warnanya, yaitu ada hitam dan ada coklat. Yang sering digunakan adalah media batang pakis yang memiliki warna hitam.

Hal ini dikarenakan batang pakis hitam memiliki usia yang lebih matang bila dibandingkan dengan batang pakis yang berwarna coklat. Oleh karena itu batang pakis memiliki Kontur yang lebih kering sehingga dia lebih siap menerima aliran air. Bahkan kemampuan batang pakis lain, ia dapat mengikat air sangat cepat dan memiliki sistem nutrisi yang baik.

Hidrogel

Dengan media tanam ini kegiatan Hidroponik pasti akan jauh lebih menyenangkan, anda bisa mencoba media tanam Hidrogel. Hal ini dikarenakan Hidrogel memiliki warna yang sangat beragam sehingga cocok untuk dikreasikan dengan tanaman.

Pada dasarnya Hidrogel terbuat dari kristal polimer yang memiliki kemampuan serap air lebih baik, Kelebihan lain dari media tanam ini adalah kristal polimer yang ada pada Hidrogel mempu menyerap nutrisi lebih banyak lagi, bahkan ia melepaskan air sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Hidrogel masuk dalam kategori media tanaman hidroponik yang ramah lingkungan, karena bisa terurai dan membusuk dengan sendirinya.

Pumice

Pumice Merupakan media tanam yang dapat menopang akar tumbuhan dengan baik, sifatnya yang lebih kokoh karena berasal dari bahan batuan basalt letusan gunung berapi

Bahan media tanam ini banyak ditemukan di area pantai. Pumice mampu mengikat air cukup baik, dan mirip sekali dengan kerikil. Sehingga untuk melakukan pengoptimalan hasil hidroponik maka anda bisa mengkombinasikan Pumice dengan media lain agar hasilnya lebih mantap. Pumice bisa di kombinasikan dengan arang sekam, atau vermikulit.

Moss

Merupakan media tanam dalam golongan hidroponik organik, Sebagai media tanam organik tentu saja kita sudah tidak perlu khawatir lagi dengan sisi keamanannya. Moss sendiri digunakan dalam tahap penyemaian benih sampai pada tahap pembungaan. Hal ini digunakan karena Moss memiliki cukup banyak ruang yang bisa ditumbuhi akar.

Sehingga tanaman bisa tumbuh dengan leluasa. Bahkan Moos Juga terbukti efektif dalam mengikat air dan menciptakan ruang sebagai jalur tumbuhnya akar lagi.

Pupuk Kandang

Media tanam yang satu ini merupakan media yang sangat bagus untuk digunakan sebagai pelengkap media Hidroponik. Pupuk Kandang secara langsung merupakan media penanaman sekaligus pupuk yang bisa anda gunakan untuk menumbuhkan tanaman.

Pupuk Kandang mengandung sangat banyak unsur hara, mulai dari natrium, kalium dan fosfor. Sedangkan untuk nutrisinya juga sangat lengkap dan memadai sebagai salah satu wadah tumbuhnya benih tanaman.

Unsur vital yang ada dalam pupuk kandang sangat beragam, bahkan dalamnya memiliki mikroorganisme yang bisa mengubah berbagai macam komponen organik, yang susah serap menjadi lebih serap oleh tanaman.

namun anda harus memperhatikan pola pemilihan pupuk kandang sebagai salah satu media tanam. Anda harus memilih pupuk kandang yang sudah matang dan steril. Untuk mengetahuinya anda bisa melihat dari warna pupuk kandang yang memiliki warna hitam pekat.

Masih satu jenis dengan pupuk kandang kali ini anda bisa menggunakan kompos sebagai media tanam yang cocok untuk mengembangkan tumbuhan hidroponik. Dalam penggunaannya kompos bisa diproduksi melalui berbagai jenis tanaman, mulai dari sekam, Jerami  dan lain-lain.

Kompos juga bisa diproduksi dari bahan baku limbah rumah tangga oleh karena itu pembuatan kompos Ini  yang sering dilakukan di lembaga masyarakat luas atau perkumpulan-perkumpulan masyarakat yang memproduksi kompos dari berbagai macam jenis untuk dijual kembali ke pasaran.

pastikan kompos yang Anda gunakan sebagai media tanaman tumbuhan hidroponik berwarna hitam kecoklatan. Perhatikan kompos yang Anda gunakan pastikan tidak mempunyai bau, untuk menjaga agar kualitas media tanam melihat bagus dan tumbuhan hidroponik tidak boleh tumbuh subur.

Jika anda sudah mengembangkan media tanam menggunakan kompos rawat baik-baik tumbuhan hidroponik nya.

Media Tanam Humus

untuk media tanam humus sendiri pada umumnya diperoleh dari pelapukan pusat organik mikro beserta sumber energi lain.jenis media tanam yang satu ini lewat jaringan-jaringan tumbuhan yang sudah mati atau hewan yang sudah mati.

keberadaan humus bagi tanah merupakan bagian penting untuk berlangsungnya kehidupan di atas permukaan tanah. humus dapat mendukung kesuburan tanah, di dalam humus terdapat unsur hara yang sangat baik bagi tumbuhan.

Selain zat-zat unsur hara yang terdapat dalam humus,  terdapat juga ada beberapa ion penting  bagi tumbuhan. 

Penggunaan humus sebagai media tanam tidak boleh sembarang dilakukan. Hal ini dalam humus ada zat yang rentan ditumbuhi parasit dan jamur.

Oleh karena itu media tanam kumis tidak cocok untuk pemula dan bagi Anda yang ingin menggunakan rumus sebagai media bercocok tanam sebaiknya mengkombinasikannya dengan media lain agar hasilnya lebih maksimal.

Media Tanam Kapas

Untuk media tanam kapas bisa anda terapkan botol minuman yang tidak terpakai, bahkan media tanam kapas ini seringkali digunakan untuk praktek pertumbuhan kecambah  di sekolah dasar,

Bahkan kapas mampu menjadi  media tanam yang baik, pada dasarnya kapas memiliki pori pori kecil dan sangat banyak. Kapas memang memiliki pori pori  yang banyak dan sangat mudah untuk  menyerap air. Kapas juga memiliki kemampuan  sebagai salah satu benda yang proses pengeringan nya memakan waktu lama.

Potongan kapas dalam jumlah banyak akan menciptakan kepadatan tersendiri yang cocok untuk menahan akar dan batang. dengan begitu, tanaman tumbuh dengan baik.

Media Tanam Tanah Liat

Tanah liat mungkin tidak asing bagi anda, merupakan salah satu media tanam yang sering dimanfaatkan buat menanam tanaman hidroponik.

Tanah liat memiliki tekstur yang sangat halus, sehingga lengket tandanya karena sangat licin sekali. Namun tanah ini dianggap baik sekali untuk berlangsungnya kehidupan berbagai macam tumbuhan dalam pot.

Pori pori micro  di dalam tanah liat yang berjumlah sangat banyak bisa jadi memungkinkan air bisa terserap dalam jumlah yang sangat besar . 

Kelemahan dari penggunaan media tanam tanah liat diantaranya adalah miskinnya kandungan unsur hara yang terletak pada tanah liat. Bahkan tak jarang air yang terserap dalam jumlah yang sangat banyak pun bisa melebihi dosis kebutuhan tanaman.

Sehingga dapat menghambat sirkulasi udara hal ini sangat tidak dianjurkan buat anda. Melakukan kombinasi media lain , anda bisa menggabungkannya dengan pasir dan humus yang sudah di ulas tadi.

Media Tanam batu Bata

siapa sangka ternyata ada pecahan batu bata yang juga bisa dijadikan sebagai alternatif media tanam untuk pertumbuhan hidroponik. Pecahan batu bata selain mudah didapat pecahan batu bata juga mampu meletakkan akar tanaman dengan sangat baik sehingga lebih kokoh saat tumbuh.

Pada pecahan batu bata memiliki kemampuan untuk menopang akar yang ada pada hidroponik. Maksudnya Menopang akar, menahan  akan agar tidak kenapa-napa.

Pecahan batu bata dapat meletakkan akar tanaman dengan sangat baik.namun batu bata juga memiliki kelemahan yaitu sangat minim kandungan unsur haranya sehingga apabila media tanam yang digunakan batu bata  usahakan untuk mengambil satu paket pupuk agar vitamin tumbuhan tetap terjaga.

Wajar saja karena pada dasarnya batu bata hanyalah batu biasa yang tidak diperuntukkan untuk menjadi media tanam dan sebagai penunjang kesuburan tanaman. Namun jika anda menggunakan batu bata dengan alasan ekonomis dan murah meriah maka silahkan saja, asal tanaman hidroponiknya bisa tumbuh dengan baik.

Itulah Beberapa media tanam Hidroponik terbaik yang bisa anda coba dan gunakan sebagai salah satu media tanam untuk membudidayakan tanamn hidroponik, semoga dengan adanya media tanam tersebut tumbuhan hidroponik anda tumbuh dengan subur dan lekas panen.

0 Response to "Media Tanam Hidroponik Terbaik Yang Bisa Anda Coba"

Post a Comment

Salam perkenalan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel