Tips Merawat Lingkungan yang Sepele namun Bermanfaat


Masalah lingkungan menjadi masalah yang cukup serius. bagaimana tidak, masalah pencemaran dan banyaknya sampah plastik dimana mana tentu membuat semuanya resah. Jika masalah tersebut tidak ditangani sekarang, bagaimana nasib anak-cucu kita di masa yang akan datang?

Untuk itu kita semua perlu melakukan beberapa hal kecil yang dampaknya akan bagus untuk kesejahteraan lingkungan kita, demi masa depan anak cucu kita nanti. Berikut ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menjaga lingkungan sekitar kita.

A. Meminimalisir Penggunaan Plastik dalam kehidupan sehari-hari

Terus terang, aku sangat galau melihat keadaan sekarang yang dimana banyak sampah plastik dimanamana sampai aku melihat beberapa foto ikan di lautan yang tidak sengaja tertelan sampah plastik.

Sungguh sedih sekali :(

Kita semua bisa mengusahakan untuk mengurangi penggunaan sampah plastik dengan beberapa cara berikut:

Pertama, bawa botol air atau tumbler atau apalah itu, yang kemasannya food grade.


Membawa botol air saja tidak cukup, kita mesti memperhatikan apakah wadahnya terbuat bahan food grade atau tidak. sayang sekali kalau niat kita ingin sehat sekaligus mengurangi penggunaan sampah plastik malah berdampak buruk pada kesehatan kita sendiri.

Sederhananya, sebuah botol minum bisa dikatakan Food Grade jika: 1) Kemasan tersebut tidak mengandung bahan yang berbahaya untuk kesehatan kita, dan 2) tidak mengubah rasa minuman yang kita isi didalam kemasan botol minuman tersebut.

Kita bisa menggunakan botol kaca (namun harus hati-hati soalnya botol kaca itu berat dan takutnya bakal pecah), atau menggunakan botol minuman dari plastik yang BPA (bisphenol-A, sering digunakan dalam bahan dasar plastik karena diyakini tidak mudah terbakar) Free.

Namun yang perlu kita perhatikan, jika kalian menggunakan opsi memakaibotol minuman dari plastik yang BPA Free, kalian tentu juga tetap hati-hati. Tidak disarankan memakai botol minuman plastik tersebut jika  botolnya sudah banyak tergores di dalamnya.

Kedua, Menggunakan Kemasan Sebuah Produk yang Kandungan Plastiknya telah Dikurangi


Memang sih, kita tidak bisa melepaskan diri 100 persen dari penggunaan plastik. seperti contohnya shampoo, masa iya shampoo dikemas dalam wadah kertas :D Paling tidak, ada beberapa brand yang berkomitmen mengurangi sampah plastik dengan cara mengurangi pemakaian plastik pada kemasan produk mereka. singkatnya, kemasannya jadi lebih tipis karena kadar plastiknya dikurangi.

Dengan kemasan produk yang lebih ringan karena kadar plastiknya dikurangi, secara tidak langsung  kita juga bisa mengurangi sampah plastik di dunia. Bahkan kita bisa mendaur ulang kemasan tersebut menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk kehidupan kalian sendiri.

Ketiga, Biasakan Bawa Sedotan + Sendok Garpu yg Reusable


Gambar terkait
source: Qoo10
Selain demi kehigienisan barang (kan kita sendiri toh yang memakai), membawa sedotan sama alat makan sendiri itu banyak kegunaannya. yang paling penting sih tentunya untuk mengurangi banyaknyasampah plastik.

Seringkali kita semua minum di luar, kita hampir selalu dikasih sedotan plastik. Bayangkan kalau dalam sehari puluhan orang di satu tempat nongkrong memakai sedotan plastik, kemudian kita kalikan dengan berapa banyak tempat nongkrong yang ada di daerah kita. Jadinya bakal banyak banget sampah plastik itu.  Belum lagi kita tidak tahu apakah sedotan tersebut benar-benar baru atau malah bekas

orang sebelumnya yang dicuci ulang. Seram sekali bukan :(

Memang, sudah beberapa tempat yang sudah melakukan kegiatan positif mengurangi sampah plastik dengan mengganti sedotan plastik dengan sedotan kertas. Namun tentu saja, alangkah lebih baik kalau kita membawa sedotan yang reusable itu. Bahkan, sedotan reusable justru lebih kece dan oke banget

kalo difoto beserta dengan minuman favorit kalian. Sedotan reusable ini pun beragam, dari yang bahannya bambu, kaca, hingga stainless steel.Kemudian pada poin membawa alat makan sendiri (maksudnya membawa sendok dan garpu sendiri), juga berguna untuk mengurangi sampah plastik loh. Kok bisa? Biasanya begini, kalian memesan makanan lewat online maupun makan di luar, kita rata-rata akan dikasih sendok dan garpu plastik kan?

Tapi kan ini bisa dibawa pulang untuk dipakai dirumah?

Iya, pertanyaan yang tidak salah untuk ditanyakan. Tapi faktanya, dibawa pulang eh malah numpuk dirumah, malah jadi sampah juga gara-gara tidak terpakai.

Opsinya, kalau kita beli makanan via gojek online, kita tinggal bilang ke mas drivernya kalau kita tidak perlu dikasih sendok plastik, garpu plastik, dan manusia plastik. Begitupun kalau kita beli makanan di luar, kita juga tinggal bilang kita tidak memerlukan sendok plastik itu. Dengan membawa alat makan sendiri, secara tidak langsung kita juga mengurangi sampah plastik. Hal sepele namun berdampak besar bagi lingkungan. 


B. Gunakan Pupuk Organik Saat Kalian Menanam maupun Merawat Tanaman.


Brown Shovel
source: pexels
Niatnya ingin hidup sehat nih dengan mengkonsumsi buah dan sayuran, terutama kalau kita niatnya merawat tanamannya sendiri.  Eits, kita jangan asal menggunakan pupuk atau cairan pembersih hama.

Kalau kita memakai yang berbahan kimia, selain tidak aman untuk kita konsumsi, ternyata pupuk dan teman-temannya itu (yang kimiawi) bisa mencemari tanah dan ekosistem lingkungan loh.

Sekarang sudah banyak kok cara-cara untuk merawat dan menyuburkan tanaman, plus membasmi hama pada tanaman. Kita bisa memupuk tanaman dengan kompos maupun dari sisa-sisa makanan kalian yang bisa terurai dengan tanah. Bahkan sudah banyak cara-cara alami untuk membasmi hama pada tanaman, seperti dengan menggunakan campuran bawang putih dan cabai yang diblender dan didiamkan selama  beberapa jam. Pokoknya bisa kalian cari sendiri caranya di internet kok.

C. Bawa Tas Belanja Saat Belanja Kebutuhan Bulanan maupun Harian.




Hasil gambar untuk tas belanja
source: lazada


Ibu-ibu zaman dulu kalau belanja pasti mereka membawa bakul, biar praktis katanya. Tapi zaman sekarang masih banyak yang gengsi kali ya membawa bakul kemana-mana :D

Kita bisa membawa tas belanja yang praktis yang bisa dilipat saat tidak dipakai dengan ukuran yang bervariasi.

Kalau kita khawatir tas belanjaan kita bakal basah karena kita belanja ikan atau makanan basah  lainnya, kita tinggal membawa wadah untuk membawanya. Memang kurang praktis sih. tapi kalau  memang udah komitmen untuk merawat lingkungan, pasti rasa kurang praktis itu bakal berkurang kok.

D. Gunakan Deterjen yang Ramah Lingkungan



Hasil gambar untuk environmentally friendly detergent
via reviewed


Sebenarnya apa sih deterjen ramah lingkungan itu? Deterjen yang ramah lingkungan sering dibuat dengan bahan baku yang biodegradable. Terbuat dari bahan baku yang biodegradable, yang artinya limbah deterjen tersebut aman jika disiramkan ke tanah, yang tentunya tidak akan mencemari air.

Sekarang sudah banyak kok beberapa brand yang memproduksi deterjen yang ramah lingkungan. Akan tetapi, kalau kita masih kesulitan untuk menemukan deterjen yang ramah lingkungan, kita bisa mengikuti beberapa panduan berikut dalam memilih deterjen yang baik berikut ini:

1. Belilah produk yang mencantumkan kandungan bahannya dengan lengkap dan telah lolos seleksi serta penelitian dari pemerintah
2. Pilihlah yang bahan surfaktan nya ramah lingkungan (LAS / LABS)
3. Pilihlah yang kandungan fosfatnya paling rendah (kalau bisa tidak ada). Karena air deterjen yang berasal dari kandungan fosfat yang rendah (apalagi nil) masih bisa digunakan untuk menyiram tanaman.
4. Pilihlah yang kandungan NaOH nya paling rendah, karena bahan ini dapat menyebabkan panas pada tangan dan pakaian / bahan menjadi rapuh.
5. Pilih deterjen yang sedikit busanya. 

Eh tunggu-tunggu, memangnya ciri-ciri deterjen ramah lingkungan seperti apa sih?

1. Mudah Dibilas 

Meski Menimbulkan Banyak Busa Memang, paling asyik kalau lagi mencuci sambil main busa sabun yang banyak, ditambah dengan anggapan semakin banyak busa yang dihasilkan  Sebuah deterjen, maka makin bersih hasil cuciannya. Namun, busa yang banyak tersebut juga beresiko untuk mencemari lingkungan, ditambah dengan kita memerlukan air yang lebih banyak untuk membilasnya (jadi boros air juga kan) . Deterjen yang ramah lingkungan biasanya dirancang dengan teknologi busa yang cepat bilas, sehingga selain tidak mencemari lingkungan, kita juga lebih hemat dalam menggunakan air bersih.

2. Mengandung Surfaktan yang Mudah Terurai

Surfaktan berfungsi untuk memudahkan pelepasan kotoran pada sebuah pakaian, sehingga mempersingkat waktu pencucian pakaian. Negatifnya, terlalu banyak surfaktan justru membuat kulit kehilangan kelembaban bahkan bisa mengalami iritasi. Tak hanya itu, surfaktan yang sulit terurai juga bisa mencemari alam dan meracuni biota yang hidup di dalamnya. Karena itu, deterjen ramah lingkungan harus memiliki kandungan surfaktan yang mudah terurai.

3. Tidak Mengandung Fosfat

Sebenarnya, fosfat bukan merupakan bahan beracun, bahkan fosfat juga merupakan nutrisi penting untung makhluk hidup. Namun begitu, kadar fosfat yang terlalu banyak didalam air justru dapat meningkatkan pertumbuhan algae dan berdampak kekurangan oksigen dalam air. Dampaknya dalam jangka panjang akan berdampak buruk bahkan bisa membunuh makluk hidup di perairan. Oleh sebab itu, deterjen ramah lingkungan harusnya dirancang tanpa kandungan fosfat.

4. Dirancang dengan Jumlah Bahan Builder Tepat

Apa sih fungsi bahan builder pada detergen bubuk? Builder berfungsi untuk meningkatkan efisiensi proses pencucian yang dilakukan oleh surfaktan.  Akan tetapi, terlalu banyak bahan builder juga bisa menyebabkan pencemaran air serta membahayakan kehidupan ekosistem di dalamnya. Itulah mengapa jika kita menggunakan deterjen bubuk, pastikan produk tersebut dirancang dengan jumlah bahan builder tepat sehingga komposisinya tidak membahayakan lingkungan

5. Mengandung Bahan Pewangi yang Bersifat Biodegradable

Biasanya nih,  merek deterjen menggunakan zat pewangi yang keras dan tajam untuk memunculkan aroma wangi yang tahan lama.  Secara tidak langsung, pewangi kimia yang ditambahkan juga ikut meningkat. Banyaknya penggunaan bahan kimia ini dapat berdampak buruk pada lingkungan. Itulah mengapa, ciri-ciri deterjen ramah lingkungan biasanya ditandai dengan penggunaan bahan pewangi atau perfume yang sudah bersifat biodegradable. Dengan begitu, deterjen tersebut tetap memiliki aroma wangi yang tahan lama, namun di saat bersamaan juga tidak merusak lingkungan.



--------------------



Itu adalah beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk merawat lingkungan. Memang terlihat sepele, namun jika dilakukan, paling tidak kita turut andil dalam melestarikan lingkungan. jadi tidak ada  salahnya kalian turut berkontribusi meringankan beban bumi yang diterpa permasalahan tentang


lingkungan. Semangat, kalian pasti bisa. Selamat merawat bumi ^-^

0 Response to "Tips Merawat Lingkungan yang Sepele namun Bermanfaat"

Post a Comment

Salam perkenalan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel