Antara Kelapa Sawit dan Rusaknya Ekosistem hutan

Pernah merasakan betapa panasnya hawa di sekitar tempat tinggal kalian, pernah merasakan betapa dinginnya hawa ketika malam hari, pernah merasakan polusi di mana-mana carbon dioksida (CO2) menyelimuti langit tempat tinggalmu, pernah terbayang bagaimana ke adaan hutan di dekat tempat tinggalmu,pernah mendaki gunung atau sekedar berjalan di lerng gunung untuk melihat pemandangan yang indah sesekali pasti pernah merasakan itu semua.

Sekarang kerusakan ekosistem alam sudah tidak dapat terbendung lagi khususnya di negri kita tercinta ini negri Indonesia. Di mana- mana sudah di tumbuhi kebun pohon kelapa sawit beratus-ratus  bahkan ribuan hektar lahan pegunungan di jadikan pekebunan kelapa sawit sehingga banyak hutan lindung yang di babat habis, segenap ekosistem hutan  terancam punah, hal ini di sebabkan karena banyaknya perkebunan kelapa sawit yang masuk ke berbagai daerah yang memiliki potensi alam yang cukup baik untuk di tanami kelapa sawit.

Menurut UU No 32 Tahun 2009 Pasal 1 ayat 17 tentang pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup di katakan Kerusakan lingkungan hidup adalah perubahan langsung dan/atau tidak langsung terhadap sifat fisik, kimia, dan/atau hayati lingkungan hidup yang melampaui kriteria baku kerusakan lingkungan hidup.

Pada kenyataannya kerusakan ekosistem telah terjadi di mana- mana di negara Indonesia misalnya, sebagai contoh kecil pada ekosistem pertanian dan perkebunan lahan yang  mereka garap akan semakin kecil dan sempit, kerena perkebunan kelapa sawit memerlukan wilayah lahan yang begitu luas serta waktu yang lama agar dapat memanen hasilnya, oleh karea itu akibat penanaman pohon kelapa sawit dalam skala besar dampaknya, banyak para petani menjadi rugi, selain semakin terbatasnya lahan mereka, tanaman yang mereka tanam di lahan pertanian pun kurang subur sebab adanya penanaman kelapa sawit tersebut.

Sungguh telah banyak kerusakan alam dan ekosistem yang ada di alam di sebabkan oleh pengolahan perkebunan kelapa sawit yan merajarela di negri ini, Proses konservasi hutan yang berkelanjutan serta semakin menggila karena di butakan oleh ke inginan pemerintah indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia.

hal yang sangat di sayangkan dalam pengelolaan sawit di negri kebanyakannya, yang ikut andil dalamnya banyak orang luar (TKA) bukan orang indonesia, apalah daya rakyat petani kecil yang cuma mendapatkan penghasilan yang pas-pasan cuma bisa mengelus dada.

Bukan hanya dampak konservasi alam yang berkepanjangan pun mereka juga melebarkan areal perkebunan kelapa sawitnya yang telah menyebabkan jutaan hektar area hutan konservasi menjadi lahan yang kritis kerena terlantar akibat realisasi pembangunan perkebunan kelapa sawit yang tidak sesuai.

Dampaknya bagi Ekosistem
Hutan mempunyai fungsi ekologi yang sangat penting seperti penyimpanan sumber daya genetik, pengatur kesuburan tahan, penahan banjir , penyerap air dan penghasil beraneka ragaman hayati.

Aikibat adanya perkebunan kelapa sawit menyisakan dampak yang besar bagi hutan , kerusakan dan degrasi hutan untuk perkebunan kelapa sawit terkadang di lakukan dengan 2 cara , menggunduli hutan atau membakarnya, apabila di lakukan dengan pembakaran akan lebih di perparah terjadinya pelepasan Carbon dioksida di udara secara besar - besaran sehingga kabut asap terjadi dan mengganggu pernapasan manusia di sekitarnya.

belum lagi dampak yang di timbulkan bagi ke aneka ragaman hayati yang terancam, jutaan binatang dan tumbuhan termasuk binatang langka dan tumbuhan  langka akan terancam keberadaanya akibat pengelolaan perkebunan kelapa sawit.


Dampak negatif yang kerap menghantui ekosistem hutan akibat perkebunan kelapa sawit.
Lihat sendiri dampak negatif yang di timbulkan secara ekologis  telah mampu merubah ekosistem hutan, hilangnya ke aneka ragaman hayati, dan ekosistem hujan tropis, serta flasma nutfah telah tiada, sebagian spesies tumbuhan langka telah sirna hewan pun berlarian atau mati kelaparan.

Belum lagi pencemaran yang di akibatkan pembakaran lahan kelapa sawit, pembuangan limbah dengan cara di bakar perlahan menghantui masyarakat dan merusak atmosfer bumi yang begitu indah.

Praktek konservasi hutan untuk perkebunan kelapa sawit kerap sekali menyebabkan banjir dan tahan longsor.

peningkatan suhu di muka bumi akibat banyaknya perkebunan kelapa sawit juga sering terjadi, suhu bumi tak se imbang, dampak lain terjadi lebih mengerikan lagi kerena praktek perkebunan kelapa sawit bukan hanya di bangun di atas hutan konservasi namun pada kawasan hutan produksi, hutan lidung bahkan di kawasan konservasi yang memiliki banyaknya ekosistem yang unik dan langka yang mempunyai nilai ke aneka ragaman hayati yang tinggi.

Terlebih perkebuan kelapa sawit secara sosial sering memunculkan berbagai konflik antar masyarakat dan perusahaan  yang di sebabkan konflik kepemilikan lahan  atau kerena limbah yang di buang sembarangan oleh pengelolaan kelapa sawit tersebut.

Dampak negatif tersebut akan terus berlanjut lalu bagaimana nasib anak cucu kita kelak jika alam kita sekarang saja rusak.

Sungguh yang merusak alam itu tidak lain adalah kita sendiri, jadi apabila terjadi bencana jangan menyalahkan illahi jangan salahkan siapa-siapa tapi instropeksi dirikita masing masing.


Tags:
Manfaat kelapa sawit bagi kehidupan
Dampak perkebunan kelapa sawit
Dampak negatif kelasa sawit bagi ekosistem
Terancamnya ekosistem hutan akibat perkebunan kelapa sawit
Nasib anak cucu akibat kelapa sawit
Kelapa sawit dan ke aneka ragaman hayati

0 Response to "Antara Kelapa Sawit dan Rusaknya Ekosistem hutan"

Post a Comment

Salam perkenalan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel