Penyajian Karya Musik




"Penyajian karya seni musik merupakan suatu penyajian fenomena bunyi yang disajikan dalam bentuk musik yang berkualitas untuk dapat didengar dan dinikmati oleh manusia. Penyajian karya seni musik sebagai salah satu budaya dari manusia yang lahir dari perasaan dan hasil ungkapan yang berbentuk ucapkan musik dapat menimbulkan suasana yang menyenangkan sehingga seseorang akan hanyut oleh alunan suara musik. Penyajian pertunjukan musik dalam waktu yang tepat dapat menimbulkan Daya tarik terhadap sesuatu musik sehingga dapat menimbulkan kepuasan batin yang luar biasa perasaan senang dan gembira."

Penyajian karya seni musik harus diikuti dengan persiapan yang sesuai dengan konsep teknik serta prosedur yang benar dalam proses berkarya seni musik Selain itu perencanaan jenis karya seni musik yang akan Disajikan di juga ditentukan terlebih dahulu.

1. Unsur karya seni musik

a. Tinggi nada
Dalam bentuk yang paling sederhana musik terdiri atas mulai ditemukan yang disebut dengan monofoni yang berisi komponen-komponen penting seperti tinggi rendahnya nada Panjang pendeknya nada keras lembutnya nada dan kualitas atau warna suaranya. Walaupun sebagian besar budaya musik dunia memiliki konsep tentang tinggi rendahnya nada tidak semua musisi dari berbagai latar belakang budaya tersebut mampu memahami dan memberikannya hal ini terjadi karena penguasaan titik hanya bisa dicapai dengan belajar dan berlatih.

Tinggi rendahnya nada sangat tergantung pada getaran atau frekuensi gelombang suara yang dihasilkan semakin banyak getarannya semakin tinggi nadanya Demikian juga sebaliknya nada-nada dalam sebuah lagu atau musik telah memiliki takaran getaran atau besarnya frekuensi getarannya masing-masing nada do misalnya memiliki besar frekuensi Getaran yang berbeda dengan nada re atau MI.

Dengan demikian dalam bernyanyi jika besarnya frekuensi getaran suara kita kurang dari atau lebih dari frekuensi getaran sebuah nada nada sumbang atau Fals kemudian menyusun nada nada dasar berdasarkan tinggi rendahnya nada atau besar kecilnya frekuensi.


Dalam kenyataannya nada-nada tidak hanya berjumlah 7 buah nada masih ada jumlah nada yang memiliki frekuensi getar 2 kali lebih tinggi bahkan 3 kali 4 kali atau lebih dari nada-nada tersebut Selain itu adalah nada-nada yang memiliki frekuensi getar 2 kali lebih rendah bahkan 3 kali 4 kali atau lebih dari nada-nada tersebut nada-nada ini pun menghasilkan bunyi yang lebih tinggi maupun lebih rendah dan nada nada tersebut Inilah yang disebut dengan oktaf yaitu nada yang memiliki tinggi nada dua kali lebih tinggi atau lebih rendah dari nada dasarnya.


2.Irama
Ketika mendengar alunan lagu atau musik'' seringkali tangan kepala atau kaki kita ikut bergerak tidak jarang kita. mengetukkan kaki kita pada lantai atau goyang ke kiri dan ke kanan secara teratur secara berulang-ulang alunan nada nada lagu atau musik cinta atau seperti gerakan tangan kaki atau kepala itulah yang disebut dengan Irama jadi Irama adalah alunan nada nada yang konsisten dan berulang-ulang dengan suatu pola tertentu dalam sebuah lagu atau musik ditunjukkan oleh bunyi-bunyi ritmis dalam sebuah lagu atau musik.

3.Birama
Dalam sebuah penulisan lagu yang berkaitan erat dengan birama. Yama adalah alunan nada nada dalam lagu yang dimainkan secara teratur dan membentuk sebuah pola tertentu pula ini dapat dikelompokkan berdasarkan ketukannya menjadi beberapa unit hitungan. Pengelompokan ketukan menjadi unit-unit hitungan disebut dengan birama.

Birama diperoleh dari adanya ketukan yang bertekanan dan ketukannya tidak bertekanan ketukannya bertekanan selalu jatuh pada ketukan pertama dalam rangkaian sebuah birama . Berdasarkan tesis dan Arsis hari kemudian membuat pengelompokan birama lagu umumnya para ahli menggunakan angka pecahan untuk mengelompokkan tersebut angka pecahan ini disebut dengan tanda birama angka pembilang menunjukkan jumlah ketukan atau durasi nada-nada tersebut dalam satu ruas birama sedangkan angka penyebut menunjukkan nilai pada setiap ketukannya.


0 Response to "Penyajian Karya Musik"

Post a Comment

Salam perkenalan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel