Mengenal Apa Itu Diet dan Tujuannya

via AARP


Hai Sahabat Manyasah Ilmu. Permasalahan tentang diet memang tiada akan ada habisnya. Diet memang bukan sekedar agar badan menjadi kurus saja, namun diet juga sebagai pengaturan makanan untuk seseorang. Dimana keperluan nutrisi makanan untuk tiap orang pasti berbeda-beda. Kebutuhan makanan untuk para atlit pun berbeda untuk orang yang sedang dalam pemulihan setelah sakit.
Diet itu sendiri terbagi lagi dalam beberapa jenis, disini kita akan membahas tentang diet untuk mengatur asupan nutrisi, yaitu:

1. Menurunkan berat (Massa) badan. ini termasuk jenis yang umum dimana banyak orang yang ingin menjaga penampilan dengan menurunkan berat badan.

2. Pantangan terhadap makanan tertentu. misalnya untuk penderita alergi makanan tertentu tentu saja ia tidak boleh memakan makanan yang dipantang tersebut karena alergi akan bereaksi seperti gatal, pusing, atau muntah. untuk penderita darah tinggi mereka menghindari makanan tiinggi garam,
sedangkan untuk penderita diabetes mereka melakukan diet rendah karbohidrat dan gula.

3. Kebutuhan dalam kategori usia. tiap usia kebutuhan nutrisinya pun juga berbeda. untuk anak-anak mereka membutuhkan kalori yang besar untuk menunjang aktivitas dalam masa perkembangannya.
sedangkan orang tua justru mengurangi kebutuhan kalorinya karena aktivitasnya sudah berkurang dan tidak selincah masa kanak-kanak.

4. Kebutuhan dalam kategori golongan darah. setiap golongan darah mempunyai sensitifitas berbeda-beda dalam asupan makanan. kebutuhan  pemilik golongan darah A tentu berbeda dengan golongan dara O dalam masalah nutrisi yang harus dikonsumsinya.

Diet memiliki bermacam-macam varian tergantung tujuannya, seperti:

1. Diet Makanan Biasa

via maystar.id

Makanan biasa yang dimaksud itu sih pda umumnya sama saja dengan makanan sehari-hari kayak biasa yang makanannya beraneka ragam dan varian, Itulah mengapa ada acuan AKG (Angka Kecukupan Gizi) yang menstandarkan acuan pola makan bagi setiap individu. makanan biasa
diberikan bagi pasien yang berdasarkan penyakitnya tidak memerlukan makanan khusus namun biasanya diberikan dalam bentu yang mudah dicerna dan tidak merangsang saluan cerna.
Tujuan diet makanan biasa adalah memberikan makanan sesuai kebutuhan gizi untuk mencegah dan mengurangi kerusakan jaringan tubuh.

Syarat-syarat diet makanan biasa adalah:
a. energi sesuai kebutuhan normal orang dewasa sehat dalam keadaan istirahat;
b. protein 10-15% dari kebutuhan energi total;
c. lemak 10-25% dari kebutuhan energi total;
d. karbohidrat 60-75% dari kebutuhan energi total;
e. cukup mineral, vitamin dan kaya serat;
f.  makanan tidak merangsang saluran cerna;

makanan sehari-hari beraneka ragam dan bervariasi. Makanan yang tidak dianjurkan untuk diet makanan biasa adalah makanan yang merangsang, seperti makanan yang berlemak tinggi, terlalu manis, terlalu berbumbu, dan minuman yang mengandung alkohol.

2. Diet Makanan Lunak

via Healthline

Makanan lunak adalah makanan yang memiliki tekstur yang mudah dikunyah, ditelan, dan dicerna
dibandingkan makanan biasa. Makanan ini mengandung cukup zat-zat gizi, asalkan pasien mampu mengonsumsi makanan dalam jumlah cukup. Menurut keadaan penyakit, makanan lunak dapat diberikan langsung kepada pasien atau sebagai perpindahan dari makanan saring ke makanan biasa.
Tujuan diet makanan lunak adalah memberikan makanan dalam bentuk lunak yang mudah ditelan dan dicerna sesuai kebutuhan gizi dan keadaan penyakit.

Syarat-syarat diet makanan lunak adalah sebagai berikut:
a. energi, protein, dan zat gizi lain cukup;
b. makanan diberikan dalam bentuk cincang atau lunak, sesuai dengan keadaan penyakit dan kemampuan makan pasien;
c. makanan diberikan dalam porsi sedang, yaitu tiga kali makan lengkap dan dua kali selingan;
d. makanan mudah cerna, rendah serat, dan tidak mengandung bumbu yang tajam.

Makanan lunak diberikan kepada pasien sesudah operasi tertentu, pasien dengan penyakit infeksi dengan kenaikan suhu tubuh tidak terlalu tinggi, pasien dengan kesulitan mengunyah dan menelan, serta sebagai perpindahan dari makanan saring ke makanan biasa.

3. Diet Makanan Saring

via food.detik.com

Makanan saring adalah makanan semi padat yang  mempunyai tekstur lebih halus daripada makanan lunak, sehingga lebih mudah ditelan dan dicerna. Menurut keadaan penyakit, makanan saring dapat diberikan langsung kepada pasien atau merupakan perpindahan dari makanan cair kental ke makanan lunak.
Tujuan diet makanan saring adalah memberikan makanan dalam bentuk semi padat sejumlah yang mendekati kebutuhan gizi pasien untuk jangka waktu pendek sebagai proses adaptasi terhadap bentuk makanan yang lebih padat.

Syarat-syarat diet makanan saring adalah:

a. hanya diberikan untuk jangka waktu singkat selama 1-3 hari, karena kurang memenuhi kebutuhan gizi terutama  energi dan tiamin;

b. rendah serat, diberikan dalam bentuk disaring atau diblender;

c. diberikan dalam porsi kecil dan sering yaitu 6-8 kali sehari.

Makanan saring diberikan kepada pasien sesudah mengalami operasi tertentu, pada infeksi akut termasuk infeksi saluran cerna, serta kepada pasien dengan kesulitan mengunyah dan menelan, atau sebagai perpindahan dari makanan cair ke makanan lunak. Karena makanan ini kurang serat dan vitamin C, maka sebaiknya diberikan untuk jangka waktu pendek, yaitu selama 1-3 hari saja.

4. Diet Makanan Cair

via green.dietxnutrition.com

Makanan cair adalah makanan yang mempunyai konsistensi cair hingga kental. Makanan ini diberikan kepada pasien yang mengalami gangguan mengunyah, menelan, dan mencerna makanan yang disebabkan oleh menurunnya kesadaran, suhu tinggi, rasa mual, muntah, pasca perdarahan
saluran cerna, serta pra dan pasca bedah. Makanan dapat diberikan secara oral (melalui mulut) atau parenteral (infus).

Menurut konsistensi makanan, makanan cair terdiri atas tiga jenis, yaitu: makanan cair jernih, makanan cair penuh, dan makanan cair kental. Makanan cair jernih adalah makanan yang disajikan dalam bentuk cairan jernih pada suhu ruang dengan kandungan sisa (residu) minimal dan tembus pandang bila diletakkan dalam wadah bening. Jenis cairan yang diberikan tergantung pada keadaan penyakit  atau jenis operasi yang dijalani.

Tujuan diet makanan cair jernih adalah untuk:

a. memberikan makanan dalam bentuk cair, yang memenuhi kebutuhan cairan tubuh yang mudah diserap dan hanya sedikit meninggalkan sisa;

b. mencegah dehidrasi yang menghilangkan rasa haus.

Syarat diet makanan cair adalah:
a. makanan diberikan dalam bentuk cair jernih;

b. bahan makanan hanya terdiri dari sumber karbohidrat;

c. tidak merangsang saluran cerna dan mudah diserap;

d. sangat rendah sisa;

e. diberikan hanya selama 1-2 hari;

f. porsi kecil dan diberikan sering.

Makanan cair jernih diberikan kepada pasien sebelum dan sesudah operasi tertentu, keadaan mual, muntah, dan sebagai makanan tahap awal pasca pendarahan saluran cerna.
Nilai gizinya sangat rendah karena hanya terdiri dari sumber karbohidrat. Bahan makanan yang boleh diberikan antara lain teh, sari buah, kaldu, air gula, serta cairan mudah cerna. Makanan dapat ditambah dengan suplemen energi tinggi dan rendah sisa.





Source: Andri Yanuarta: Rahasia Sukses Diet Golongan Darah

0 Response to "Mengenal Apa Itu Diet dan Tujuannya"

Post a Comment

Salam perkenalan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel